Profil Sekolah


PENGANTAR

Melihat kembali peristiwa sejarah bukanlah pekerjaan mudah, namun demikian penelusuran sejarah mutlak diperlukan agar generasi penerus dapat mengetahui bagaimana perjalanan panjang SMA BOPKRI Banguntapan sejak awal mula hingga sekarang.

Penulisan ulang sejarah dimaksudkan agar kita dapat menghargai perjuangan para pendiri yang rela berkorban untuk satu tujuan mulia yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa".


PERIODE TAHUN 1960 - 1970

Perjalanan SMA BOPKRI Banguntapan diawali pada tanggal 11 Agustus 1959. Pada waktu itu masih bernama SMA BOPKRI 3 Yogyakarta dengan satu misi meningkatkan pendidikan para pegawai termasuk ABRI (sekarang TNI) untuk melanjutkan belajar.

Pada masa awal berdirinya masih bergabung dengan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yakni di Jl. Jend. Sudirman 87 Yogyakarta sehingga waktu belajar mengajar berlangsung pada siang sampai sore hari.

Meskipun demikian animo masyarakat untuk belajar di sekolah ini cukup besar, bahkan sempat kebanjiran murid hingga 700 siswa. Namun setelah daerah-daerah tingkat II mulai berkembang dan mendirikan sekolah-sekolah baru baik negeri maupun swasta, jumlah murid semakin berkurang. Inipun suatu kenyataan sejarah yang patut dicatat, bahwa disamping pernah kebanjiran siswa sekolah ini juga pernah mengalami penurunan jumlah siswa.

Salah satu penyebabnya adalah karena sekolah ini masuk siang. Keadaan ini sangatlah tidak menguntungkan, karena sekolah swasta hanya mengandalkan hidup dari yayasan dan dana masyarakat.

Atas dasar tersebut maka pada tahun 1970-an SMA BOPKRI 3 Yogyakarta melepaskan tujuan pertamanya sehingga tidak lagi memprioritaskan pendidikan para pegawai tetapi menjadi sekolah biasa yang hanya menerima siswa lulusan SMP.

Disamping permasalahan diatas, permasalahan lain yang dihadapi adalah murid yang masuk di SMA BOPKRI 3 Yogyakarta adalah murid-murid yang tidak tertampung di sekolah negeri ataupun swasta favorit sehingga memiliki kemampuan akademik yang kurang dan sebagian berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah sehingga ini menjadi tugas yang berat bagi para guru.

Namun demikian pada akhirnya jerih payah para guru dan karyawan tidaklah sia-sia karena dari lulusan 1960 - 1970 dengan gemblengan para guru, maka banyak diantara mereka yang menjadi tokoh yang cukup terpandang baik dalam bidang akademik, ekonomi serta memiliki jabatan.


PERIODE TAHUN 1980 - 1990

Memasuki tahun 1980-an, persaingan untuk menjadi sekolah terbaik semakin ketat sehingga tuntutan peningkatan kualitas tidak terhindarkan lagi.

Sudah menjadi tekad bapak ibu guru dan karyawan SMA BOPKRI 3 Yogyakarta untuk memiliki gedung sendiri dan masuk pagi. Namun demikian karena sulitnya mencari lahan di dalam kota, maka terpaksa beralih di luar kota yang memiliki prospek baik. Akhirnya didapatkan lahan di Karangbendo, Banguntapan, Bantul, yang walaupun termasuk kabupaten Bantul tetapi sebenarnya hanya berjarak 400 meter dari Hotel Ambarrukmo (sekarang bernama Royal Ambarrukmo Hotel, Amplaz), jadi berbatasan dengan kabupaten Sleman.

Pembangunan tahap pertama dimulai pada 17 Agustus 1986. Setelah selesai maka seluruh kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 1988/1989 sepenuhnya dipindahkan ke Jl. Sukun 94 Karangbendo, Banguntapan, Bantul tetapi masih dibagi menjadi dua yaitu masuk pagi dan siang.

Tahun 1989 setelah pembangunan tahap kedua selesai seluruh kegiatan belajar mengajar diselenggarakan pagi hari. Selanjutnya pembangunan tahap ketiga terbatas pada pembangunan laboratoirum, pagar, fasilitas olahraga dan komputer.


PERIODE TAHUN 1990 - 2000

Dengan cukup memadainya segala sarana dan prasarana yang ada, penyelenggaraan sekolah dapat dilaksanakan pada pagi hari dengan administrasi yang tertib dan teratur sehingga pada tahun 1989 SMA BOPKRI 3 Yogyakarta memperoleh status "Disamakan". Kemudian pada akreditasi ulang tahun 1996 status tersebut tetap dipertahankan.

Selanjutnya berdasarkan surat edaran Kakanwil Depdikbud Provinsi DIY tanggal 26 Mei 1997 No.8/113/OT/Ed/97 tentang perubahan nama sekolah maka yang sebelumnya bernama SMA BOPKRI 3 Yogyakarta berganti nama menjadi SMA BOPKRI Banguntapan dengan status "Disamakan".


PERIODE TAHUN 2000 - 2010

Periode Tahun 2000 - 2010 SMA BOPKRI Banguntapan mengalami 3 kali akreditasi sekolah, yakni:

  1. Tahun 2000, memperoleh status Disamakan
  2. Tahun 2006, memperoleh status Terakreditasi A
  3. Tahun 2010, memperoleh status Terakreditasi A.

Pada periode ini juga, SMA BOPKRI Banguntapan mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama dalam peningkatan fasilitas.

Diawali dari pembuatan Ruang Karawitan, Lab. Komputer, Lab. Multimedia, penyediaan fasilitas internet dan yang terbaru memiliki Hotspot Area (Wifi).

Prestasi menggembirakan yang berhasil diraih pada akhir periode ini adalah 4 tahun berturut-turut lulus Ujian Nasional 100% yakni tahun ajaran 2005/2006, 2006/2007, 2007/2008 dan 2008/2009.


PEJABAT KEPALA SEKOLAH DARI MASA KE MASA

Periode Nama Kepala Sekolah
Tahun 1959 - 1961 : Manggih Soehardjo
Tahun 1961 - 1964 : Dr. Roewido Darmowigoto
Tahun 1964 - 1973 : Samuel Suharto, BA
Tahun 1973 - 1983 : Dr. Subagyo Seladipura
Tahun 1983 - 1996 : Samuel Suharto, BA
Tahun 1996 - 1998 : Em. Sumardi, BA
Tahun 1998 - 2005 : Dra. Sri Lestari Budi Rahayu
Tahun 2005 - 2010 : Drs. Sumartono Yoseph
Tahun 2010 - 2019 : Drs. Joko Wigati
Tahun 2019 - 2022 : Drs. Bambang Rahardjo

Tahun 2022 - sekarang : Endah Nursinta Setyaningsih, M.Pd